Dakwah Kecil ku
Sabtu, 30 Agustus 2014
HAKIKAT SABAR
HAKIKAT SABAR
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga terlimpah kepada Rasulullah,kepada keluarganya, shahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba'du.
Suatu hari Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam pernah melewati sebuah kubur dan melihat seorang wanita yang duduk di sampingnya sambil menangis karena anaknya yang telah meninggal, lalu Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah." wanita itu menjawab, "menyingkirlah dariku, sesungguhnya engkau tidak mendapatkan musibah sepertiku." lalu Nabi shalallahu "alaihi wa sallam pergi, sedangkan wanita itu tidak mengetahui siapa orang itu, lalu orang-orang memberitahukan kepadanya, bahwa sesunngguhnya dia adalah Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam. Maka pada saat itu juga, wanita itu pergi mendatangi rumah Nabi shalallahu 'alahi wa sallam untuk meminta maaf kepada beliau dan berkata, " aku belum mengenalmu." Lalu Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya,
"sesungguhnya kesabaran itu pada benturan yang pertama." (Muttafaq 'alaih)
Maksudnya seseorang harus bersabar di awal musibah.
Dalam sejarah islam disebutkan, bahwa pada saat Ammar bin Yasir masuk islam, demikian pula ayahnya Yasir, dan ibunya Sumayyah radhiyallahu 'anhum, lalu orang-orang kafir mengetahui keislaman mereka, maka satu keluarga ini ditangkap. Meraka disiksa dan dianiya, lalu Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam melewati mereka dan bersabda, "Bersabarlah wahai keluarga Yasir ! Karena tempat yang dijanjikan kepada kalian adalah surga." (HR. Imam Hakim)
Maka keluarga Yasir pun kan dan siap memikul penyiksaan yang dilakukan kaumnya, sehingga ayah Ammar dan ibu punya, yaitu Yasir dan Summayah syahid akibat penyiksaan itu, dan anaknya setelah itu pun syahid dalam salah satu peperangan.
Apa itu sabar?
Sabar artinya seseorang tetap terus melaksanakan perintah Allah, tetap terus menjauhi larangan-Nya, serta menerima dengan jiwa yang ridha terhadap musibah dan penderitaan yang dialaminya. Nah, seorang muslim menghiasi dirinya dengan akhlak sabar, siap memikul berbagai penderitaan dan tidak keluh kesah, serta tidak bersedih terhadap musibah yang menimpahnya. Allah Subhana wa Ta'ala berfirman,
Sabar adalah akhlak para nabi
Para nabi Allah (semoga shalawat Allah terlimpah kepada mereka) telah memberikan contoh mengagumkan dalam kesabaran dan kesiapan memikul penderitaan karena dakwah ilallah.
Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam sendiri telah memikul berbagai penderitaan demi menyebarkan agama Islam. Ketiaka itu, orang-orang Quraisy menolak ajakan beliau kepada islam dan mencaci-makinya serta menyakiti diri beliau dan para pengikutnya. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata menerangkan tentang kesabaran rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam dan kesiapan beliau dalam memikul gangguan, "sepertinya aku melih at Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam menyerupai seorang Nabi di antara
para Nabi yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah sambil beliau mengusap darah yang mengalir dari wajahnya lalu berkata, " Ya Allah, ampunilah kaumku karena mereka orang-orang yang tidak mengerti." (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah subhana wa ta'a;a juga menyifati banyak para nabi-Nya dengan sifat sabar, Dia berfirman ;
وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ (85) وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا إِنَّهُمْ مِنَ (86)الصَّالِح
"Dan (ingatlah kisah) ismail, idris dan Dzulkifli. semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang saleh." (QS. Al-Anbiya' : 85-86)
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga terlimpah kepada Rasulullah,kepada keluarganya, shahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba'du.
Suatu hari Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam pernah melewati sebuah kubur dan melihat seorang wanita yang duduk di sampingnya sambil menangis karena anaknya yang telah meninggal, lalu Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah." wanita itu menjawab, "menyingkirlah dariku, sesungguhnya engkau tidak mendapatkan musibah sepertiku." lalu Nabi shalallahu "alaihi wa sallam pergi, sedangkan wanita itu tidak mengetahui siapa orang itu, lalu orang-orang memberitahukan kepadanya, bahwa sesunngguhnya dia adalah Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam. Maka pada saat itu juga, wanita itu pergi mendatangi rumah Nabi shalallahu 'alahi wa sallam untuk meminta maaf kepada beliau dan berkata, " aku belum mengenalmu." Lalu Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya,
"sesungguhnya kesabaran itu pada benturan yang pertama." (Muttafaq 'alaih)
Maksudnya seseorang harus bersabar di awal musibah.
Dalam sejarah islam disebutkan, bahwa pada saat Ammar bin Yasir masuk islam, demikian pula ayahnya Yasir, dan ibunya Sumayyah radhiyallahu 'anhum, lalu orang-orang kafir mengetahui keislaman mereka, maka satu keluarga ini ditangkap. Meraka disiksa dan dianiya, lalu Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam melewati mereka dan bersabda, "Bersabarlah wahai keluarga Yasir ! Karena tempat yang dijanjikan kepada kalian adalah surga." (HR. Imam Hakim)
Maka keluarga Yasir pun kan dan siap memikul penyiksaan yang dilakukan kaumnya, sehingga ayah Ammar dan ibu punya, yaitu Yasir dan Summayah syahid akibat penyiksaan itu, dan anaknya setelah itu pun syahid dalam salah satu peperangan.
Apa itu sabar?
Sabar artinya seseorang tetap terus melaksanakan perintah Allah, tetap terus menjauhi larangan-Nya, serta menerima dengan jiwa yang ridha terhadap musibah dan penderitaan yang dialaminya. Nah, seorang muslim menghiasi dirinya dengan akhlak sabar, siap memikul berbagai penderitaan dan tidak keluh kesah, serta tidak bersedih terhadap musibah yang menimpahnya. Allah Subhana wa Ta'ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Q.S. Al-Baqarah : 153 )Sabar adalah akhlak para nabi
Para nabi Allah (semoga shalawat Allah terlimpah kepada mereka) telah memberikan contoh mengagumkan dalam kesabaran dan kesiapan memikul penderitaan karena dakwah ilallah.
Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam sendiri telah memikul berbagai penderitaan demi menyebarkan agama Islam. Ketiaka itu, orang-orang Quraisy menolak ajakan beliau kepada islam dan mencaci-makinya serta menyakiti diri beliau dan para pengikutnya. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata menerangkan tentang kesabaran rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam dan kesiapan beliau dalam memikul gangguan, "sepertinya aku melih at Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam menyerupai seorang Nabi di antara
para Nabi yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah sambil beliau mengusap darah yang mengalir dari wajahnya lalu berkata, " Ya Allah, ampunilah kaumku karena mereka orang-orang yang tidak mengerti." (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah subhana wa ta'a;a juga menyifati banyak para nabi-Nya dengan sifat sabar, Dia berfirman ;
وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ (85) وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا إِنَّهُمْ مِنَ (86)الصَّالِح
"Dan (ingatlah kisah) ismail, idris dan Dzulkifli. semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang saleh." (QS. Al-Anbiya' : 85-86)
Langganan:
Komentar (Atom)